- Tidak Kenal Waktu / Lupa Waktu. Kebanyakan dari para gamer yang sudah hobi dalam memainkan game game online yang ada sering kelupaan waktu untuk rutinitas kegiatan lainnya. Misal, waktu makan lupa untuk ngegame online ke warnet, akibatnya perut sakit dsb. . .
- Pemborosan.
Mengapa kok pemborosan? Ya, kalau untuk para gamer yang sudah bisa
mencari penghasilan sendiri sih, ini belum terlalu masalah. Namun jika
masih meminta kepada orangtua, misal 1 jam = 5000 rupiah main game
online sekitar 2 – 4Â jam, 5ooo x 4 jam = 20rbu. Nah, bagaimana kalau
sudah tidak ada uang lagi untuk main game online dan orang tua tidak
memberi uang ke kalian untuk main game online ? Itu baru sekali main
game, misal main game setiap hari selama sebulan sudah habis berapa
coba uang yang di keluarkan untuk main game online ?
. Apa tidak kasihan sama orang tua yang bekerja keras untuk mensekolahkan kita agar menjadi generasi penerus bangsa ? - Lupa Kewajiban. Ini mungkin masih berkaitan dengan no 1. Sepertinya kebanyakan dari pemain game online ini masih kisaran anak – anak sampai remaja (pelajar), (walaupun ada juga sih orang dewasa – orang tua juga yg memainkan game online ini). Kewajiban para pelajar yaitu belajar. Dengan keseringan, dampak buruk nya yaitu waktu belajar semakin berkurang. Selain itu kita juga mempunyai kewajiban terhadap Agama. Dan kewajiban lainnya yang patutnya di laksanakan sebagaimana mestinya
Untuk
mencegah seorang anak bermain game online tentu bukan pekerjaan mudah.
Fasilitas internet yang banyak tersedia di mana-mana, salah satunya
warung internet, menjadikan anak bisa mengakses internet dari mana saja.
Tidak selalu
harus bermain di rumah, anak bisa mencuri waktu sepulang sekolah
dengan mengunjungi arena game online atau warung internet yang ada di
sekitar sekolah mereka.
Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua. Di antaranya :
1. Bekerjasama dengan guru di sekolah untuk turut memantau perkembangan belajar siswa.
2.
Menjalin komunikasi informal agar seorang anak bisa terbuka pada orang
tua, sehingga orang tua bisa memberikan pendidikan pada seorang anak
tanpa sang anak merasa dihakimi.
3.
Belajarlah tentang game online. Sehingga Anda bisa berdiskusi dengan
anak Anda tentang permainan tersebut. Jika ini bisa terjadi, anak tidak
akan perlu mencari pelarian dengan kawan-kawannya untuk sekedar
berdiskusi tentang permainan game online. Sehingga anak bisa lebih betah
di rumah karena bisa mendapatkan kawan mengobrol yang memahami dunia
mereka.
4.
Berikan waktu khusus bermain game online, dan tegasi anak Anda untuk
tidak bermain di luar waktu yang sudah disepakati. Ini menunjukkan bahwa
Anda tidak sekedar melarang, namun memberikan kelonggaran. Di sisi lain
Anda mengajarkan anak Anda untuk bertanggung jawab pada waktu yang
dimilikinya.








0 komentar:
Posting Komentar